Blog ini dibuat untuk memberikan informasi atau wawasan mengenai Bimbingan dan Konseling di institusi pendidikan,, ya... walaupun saya kurang suka dan tidak terlalu mahir dalam hal tulis menulis, tapi saya akan berusaha mengisi blog ini semampu saya dan sebaik-baiknya,, Jika nanti ternyata blog ini berisi hal-hal yang tidak relevan dengan maksud dan tujuan awalnya, saya harap kesedian pembaca untuk memakluminya, hehhe... :p __selamat membaca__
Kamis, 12 Januari 2012
Ayah...
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya”, Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang.” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja…. Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu… Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut… Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT… kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin…
Karena Papa tahu….. Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya…. Saat Papa melihatmu duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik…. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Papa telah menyelesaikan tugasnya…
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal… :)
Ibu....
“Ibu”..semua tahu ia adalah orang yang melahirkan aku..Bila aku sakit orang yang paling risau ibu,saat ingin bepergian orang paling sibuk ibu, dan yang selalu menyediakan makanan kesukaanku juga ibu,dia adalah sosok dimana tempat aku berkeluh kesah, dimana tempat aku mengadu..Mari sejenak kita renungkan..dan pernahkah kita sadar..
AKU..Bila aku senang orang yang aku cari pasanganku... Bila sedih hanya ibu yang mampu menampungnya,Bila mendapat keberhasilan aku ceritakan dengan pasanganku, Dan bila gagal aku ceritakan pada ibu,Bila bahagia aku peluk erat pasanganku,Bila berduka aku peluk erat ibuku,Bila ingin berlibur aku bawa pasanganku,Bila sibuk aku cari ibu untuk membantuku.Bila menyambut valentine aku beri hadiah pada pasangankuDan Bila hari Ibu hanya mengucapkan ”selamat hari ibu” bahkan ada yang tidak sama sekali.
Entah kapan kita bisa selalu ingat ibu disaat kita bahagia..entah kapan memberikan hadiah untuk ibu yang selalu memberikan kasih sayang..jika kita sudah selesai belajar dan bekerja masih ingatkah kita pada ibu..?”tidak banyak yang ibu inginkan” hanya sekedar menyapa ”ibu”.. cukuplah membuat ia bahagia..Berderai atau mungkin menangis bila kita mendengarnya..Tapi kalau ibu sudah tiada?..ibu… rindu ibu.. rindu sekali…
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya….
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…… .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya…..
dan akhir sekali berapa banyak yang men-DOA-kan ibunya…..
AKU..
Entah kapan kita bisa selalu ingat ibu disaat kita bahagia..
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya….
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…… .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya…..
dan akhir sekali berapa banyak yang men-DOA-kan ibunya…..
Rabu, 11 Januari 2012
Jangan Salahkan Apa Yang Telah Terjadi
Anda tidak harus menjadi bumerang, karena itu setelah dia melempar dan tidak menghiraukan, Anda tidak harus kembali melempar dan membalasnya , jangan mengambil tingkungan dengan melempar kembali kesalahan kepada orang lain. Begitu seseorang melemparkan anda dan pergi, anda akan tinggal bersama dengan seseorang khusus yang menunggu untuk menjemput memilih bersama anda.
Ketika seseorang bersedia untuk membuang cinta pergi tanpa perawatan di dunia, dan kemudian segera mencoba untuk menganggap hubungan yang mereka miliki seperti tidak pernah terjadi, ada sesuatu yang salah, dan kemungkinan itu akan menjadi ide yang buruk dalam menerima mereka sebagai hubungan mitra lagi. Tidak ada yang harus diperlakukan sebagai bumerang yang dapat melemparkan diri dan diterima kembali ke tangan seseorang ketika mereka merasa seolah-olah mereka siap.
Kita semua sebenarnya cukup istimewa, dan jika seseorang tidak menyadari bahwa kehilangan anda bisa menjadi salah satu kesalahan terburuk yang pernah mereka bisa membuat dalam hidup mereka maka mereka mungkin tidak layak mendapatkan kesempatan kedua. Hanya anda dan hati anda yang dapat menentukan apa yang terbaik bagi anda, dan siapa dan apa yang untuk memungkinkan masuk dan keluar dari hidup Anda, tapi selalu mencoba untuk mengingat bahwa jika seseorang ingin berada dalam hubungan dengan anda, mereka dengan mudah harus mengakui keindahan dan keunikan, dan tidak harus mengambil cinta anda untuk diberikan.
Bayangan masa lalu memegang sandera masa depan
Bayangan masa lalu akan terus menyandera masa depan hanya jika kita terus membiarkannya. Hal yang indah tentang kehidupan adalah bahwa kita semua memiliki kesempatan dalam setiap detik satu untuk mengubah masa depan kita. Pikirkan tentang hal ini, dengan setiap napas yang kita ambil, dengan setiap pikiran kita berpikir, dan dengan setiap kata yang kita ucapkan, kita memiliki kesempatan untuk menjadi seseorang yang kita tidak pernah menampilkan diri seperti sebelumnya.
Untuk batas tertentu di masa lalu selalu mungkin setidaknya menjadi sebagian sandera bagi masa depan, tapi jujur jika kita bersedia untuk mengubah hidup kita dan menggunakan masa lalu sebagai batu loncatan untuk usaha masa depan kita bayangan yang masa lalu kita akan dilemparkan pada kami masa depan hampir tidak akan terlihat. Kita tidak boleh lupa dari mana kita berasal, tapi kita juga harus tidak pernah lupa bahwa selama kita percaya, selalu ada harapan untuk masa depan yang cerah.
Hidup adalah Tentang Belajar untuk Merasakan
Orang bijak pernah berkata bahwa hidup ini bukan tentang mereka yang belajar bagaimana mengatasi hujan dan badai dalam kehidupan mereka, tetapi bukan tentang bagaimana orang bersedia untuk belajar bagaimana mencari dalam hujan. Hidup adalah tentang belajar untuk merasakan hujan, belajar bagaimana membuat apa yang banyak dapat melihat dalam cahaya yang negatif dalam cara yang positif. Untuk melakukan ini kita harus melatih pikiran kita untuk berpikir positif terus menerus dan sebanyak mungkin.
Kita harus mampu mengambil tantangan kehidupan dan mengubahnya menjadi langkah untuk mendapatkan cara yang terbaik guna menaklukkan hujan dan badai di masa depan , Kita harus bersedia untuk tidak hanya mendapatkan basah dari pergi dan bekerja keras dalam hidup kita, tetapi kita juga harus belajar bagaimana untuk menikmati perasaan ditantang dalam kehidupan kita. Tidak hanya manikmati basahnya hujan, akan tetapi jua menikmati saat-saat di mana anda dalam tantangan hidup, sehingga anda lebih baik dan dapat menghargai saat-saat hidup damai.
Selasa, 10 Januari 2012
Biarkan Waktu Yang Akan Menjawab
Seperti halnya ada waktu untuk berduka, ada pula waktu untuk menyembuhkan . Membalas dendam bukanlah cara untuk memungkinkan kita bisa untuk menyembuhkan hati, mencari pembalasan dendam hanya membuat hati terluka lebih menyakitkan dalam jangka panjang, dan tidak membantu hati orang membangun, tetapi sebaliknya akan meruntuhkan.
Suatu hari, kita pasti akan melupakan sakit hati serta alasan kita menangis dan yang menyebabkan kita sakit. sehinga akhirnya akan menyadari bahwa rahasia menjadi bebas bukanlah dengan balas dendam, tetapi membiarkan hal-hal terungkap dalam cara mereka sendiri dan waktu nya sendiri. yang terpenting adalah bukan yang pertama, tetapi bab terakhir dari kehidupan kita yang menunjukkan seberapa baik kita berlari dalam perlombaan dalam menjalani kehidupan.
Terlalu banyak kita menjalani kehidupan dengan berharap hal-hal yang kita tidak bisa gapai bahkan bermimpi cukup besar untuk melihat diri kita memiliki peranan dalam kehidupan. Daripada hidup dengan sikap kalah kita harus mengumpulkan cukup keberanian untuk menyatakan kemenangan atas situasi di mana kita tidak pernah berpikir untuk bisa dan bahkan memiliki kesempatan menghadapinya. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa saat-saat seperti ini adalah keadaaan dan waktu yang paling sulit dalam kehidupan seseorang.
Seseorang harus menyadari bahwa untuk mendapatkan yang lebih baik, ia harus berusaha untuk itu, dan juga bahwa hanya karena kita mungkin mengalami perasaan keparahan ini sekarang, jika Anda dapat menahan mereka dan belajar dari mereka, seseorang akan segera dapat mencapai ketinggian yang bahkan tidak pernah membayangkan bahwa hal itu bisa tercapai.
Konseling Kelompok & Konseling Individual
Konseling kelompok merupakan usaha bantuan yang diberikan pada individu dalam suasana kelompok yang bersifat pencegahan serta perbaikan agar individu yang bersangkutan dapat menjalani perkembangannya dengan lebih mudah (Romlah, 2001).
Menurut Latipun (2005), konseling kelompok (group counseling) merupaka salah satu bentuk konnseling dengan memanfaatkan kelompok untuk membantu, memberikan umpan balik (feedback) dan pengalaman belajar.
Menurut Wibowo (2005), kegiatan konseling kelompok merupakan hubungan antar pribadi yang menekankan pada proses berpikir secara sadar, perasaan-perasaan dan perilaku-perilaku anggota untuk meningkatkan kesadaran akan pertumbuhan dan perkembangan individu yang sehat.
Dalam Konseling kelompok:
ü Menekankan pengembangan pribadi
ü Menekankan perasaan dan hubungan antar anggota;anggota belajar tentang dirinya dalam hubungannya dengan anggota kelompok yang lain/orang lain;belajar memecahkan masalah
C. G. Kemp (1970) membandingkan antara konseling kelompok dengan konseling individual, bahwa konseling kelompok mempunyai potensi-potensi untuk perubahan yang terapeutis:
1. Konseling kelompok dapat mencobakan sikap dan ide-ide.
2. Penerimaan dan pengalaman-pengalaman dan perubahan sikap yang dicobakan memperkuat motivasi untuk mengadakan perubahan pada dirinya.
3. Pengalaman kelompok meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain dan akan berkembang hubungan antar pribadi yang secara genuine.
4. Memperkembangkan keberanian untuk mencoba memecahkan masalah-masalah pribadi dan konflik emosional.
5. Penerimaan dan pengertian dari teman dalam kelompok menghasilkan rasa aman dan rasa bersatu yang akan mendukung proses intropeksi dan ekspresi perasaan-perasaan mendalam.
Jadi konseling kelompokmembawa anggota-anggotanya pada siatuasi yang nyata dimana mereka dapat mengadakan percobaan-percobaan tentang tingkah lakunya. Pengalaman-pengalaman dalam kelompok akan memper kembangkan perasaan kebersamaan, tanggung jawab, dan perasaan (equality). Sedangkan dalam konseling individual, konseli tidak dapat secara langsung mencobakan tingkah lakunya dalam situasi konseling.
Gazda (1984) membedakan antara konseling kelompok dengan konseling individual, yaitu:
| ASPEK | KONS KELOMPOK | KONS INDIVIDUAL |
| Jumlah konseli yang dibantu | Antara 5-10 orang. | Hanya seorang saja. |
| Hubungan antar pribadi dalam konseling | Hubungan antar pribadi terjadi antara aggota kelompok atau konseli dengan konselor dan antar sesama anggota atau konseli sendiri. | Hubungan antara pribadi terjadi antara konseli dengan konselor saja. |
| Tanggung jawab konseli | Konseli selain bertanggung jawab atas tingkah lakunya sendiri ia juga bertanggung jawab untuk membantu sesama konseli lainnya dalam kelompok. Proses saling membantu antar konseli ini memungkinkan mereka tidak terlalu tergantung pada konselor. | Konseli lebih banyak bergantung pada konselor saja. |
| Pusat perhatian | Konseli-konseli dalam konseling kelompok lebih memusatkan perhatian pada hal-hal yang terjadi pada kelompok (here and now) | Konseli lebih terpusat padahal-hal yang terjadi pada “there and then” |
| Reality testing | Memberi kesempatan kepada konseli untuk reality testing terhadap masalah-masalah mereka maupun perubahan tingkah laku yang ingin dicobanya. | Kemungkinan untuk mengadakan reality testing hanya terbatas pada konselor saja |
| Insight | Dengan adanya kemungkinan untuk mengadakan reality testing dalam konseling kelompok, maka perubahan tingkah laku sering tanpa disertai insight. | Diperlukan insight sebelum mengadakan perubahan tingkah laku yang nyata. |
| Suasana dalam situasi konseling | Adanya suasana permissive, acceptance, support, dan tekanan dari kelompok sering mempermudah konseli untuk mendiskusikan masalah yang dirasa sukar baginya. | Hanya mendapatkan suasana permissive, acceptance,dan support hanya dari konselor sehingga terkadang konseli sulit dalam mendiskusikan masalah yang sukar baginya. |
KELEBIHAN KONSELING KELOMPOK
- Praktis
- Memberikan kesempatan bagi anggota untuk saling memberi dan menerima umpan balik
- Anggota belajar untuk berlatih tentang perilakunya yang baru
- Dapat digunakan untuk menggali tiap masalah yang dialami anggota;belajar untuk meningkatkan kepercayaan kepada orang lain;dapat meningkatkan sistem dukungan dengan cara berteman akrab dengan anggota lain
KEKURANGAN KONSELING KELOMPOK
- Tidak semua cocok berada dalam kelompok
- Kelompok digunakan sebagai tujuan
- Perhatian konselor lebih menyebar
- Sulit untuk dibina kepercayaan
- Klien sering mengharapkan terlalu banyak dari kelompok,sehingga ia tidak berusaha untuk berubah
Meskipuun demikian, konseling individual lebih sesuai bagi konseli yang sama sekali tidak dapat mengadakan hubungan antar pribadi yang secara efektif, misalnya konseli yang menunjukkan tingkah laku anti-sosial, konseli yang sangat takut berbicara didalam kelompok, konseli yang memerlukan perhatian yang besar, dan konseli yang mempunyai masalah yang kompleks serta menghadapi masalah-masalah yang mengandung kerahasiaan yang sangat penting untuk melindungi konseli atau orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)

